Sunday, 23 December 2012
"Love & Truth : Sunday Story ( Part 1 : 1 Hour But Lovely )"
Hari minggu, hari libur yang selalu mempunyai kisahnya tersendiri. Terhitung sudah 6 jam berlalu tanpa nada pesan masuk yang dinanti dari tadi. Terhitung sudah 3 jam aku menatap layar 14'inch hanya untuk sekedar mengusir kebosanan dan selama itu pula nada yang diharapkan tiada kunjung datang. Beribu tanya mulai bermunculan, where are you sweety ?
Sejenak jari - jari ku berhenti menari saat kenangan itu tiba - tiba datang menyapa ingatan manis waktu itu. Tepat di hari minggu.. Sunday Story..
****
Aku mengendarai sepeda motor kesayanganku yeng setia menemaniku selama aku ada di kota yang asing bagiku. Terik panas matahari seakan tidak terasa saat aku memacu dengan kecepatan tinggi menuju tempat itu, ke tempat kau menunggu diriku. Melewati hamparan sawah yang menghijau dan perumahan kecil untuk mempersingkat jarak tempuh ke tempat itu. Entah sudah berapa mobil dan kuda besi yang kulewati dengan tarian kuda besiku yang eksotis, terlalu bersemangat untuk pertama kalinya semenjak ada warna baru di duniaku yang mulai abu - abu.
12.00 WIB
12.00 WIB
Akhirnya sampai juga di tempat umum ini, sebuah tempat yang bernama Alun - Alun Kota B. Aku berjalan menuju salah satu air mancur itu, berteduh dari Sang Surya yang semakin terik. Jari jemariku menari kembali diatas layar, mengirim sebuah pesan "Aku sudah sampai" yang berbalas dengan "Aku kesana".
Rasa menunggu 15 menit yang sedikit terasa lama, seketika menghilang ketika kulihat seorang malaikat sedang berjalan menuju kesini. Dia melambaikan tangan dari kejauhan yang kubalas dengan lambaian tangan dan kita sama - sama tersenyum gembira. Seperti adegan di film - film romantis terkenal di dunia. So sweat :)
Akupun menghampirinya sambil menawarkan sebelah tanganku untuk dia pegang sebagai pefangan saat menaiki tangga - tangga kecil. Kaupun menggapai tanganku dengan erat dengan senyum khas yang mengalihkan duniaku untuk waktu yang lama. Mata coklat yang indah itu seakan bersinar ceria saat bertemu mata hitam ini.
"Maaf zra, aku telat. Lama ya nunggunya ?"
"Ndak kok"
"Ayo jalan kesana, duduk - duduk dibangku dekat taman itu"
"Ayo," kataku dengan keadaan masih terpana dengan penampilan dia yang begitu manis.
"Kamu kenapa sih liatin aku dengan tatapan aneh kayak gitu ? Ada yang aneh ya ?"
"Ah ndak, kamu keliatan manis dan cantik siang ini"
"Lho, iya ta ?"
"Iya la, pas banget sama kamu"
Dan kamupun tersenyum manis, menyembunyikan rasa tersipu malu dalam senyum manismu, tapi aku tau itu. Kita duduk sambil bercerita dan tertawa bersama. Cimol menjadi makanan yang menemani obrolan pasangan muda ini.
"Maaf ya zra, aku cuma bisa nemui kamu 1 jam, nanti jam 1 ada acara keluarga di rumah kakak, jadi aku harus kesana"
"Iya, aku paham kok"
"Kamu ndak marah kan ?"
"Ndak, aku paham kok"
Sebenarnya walau hati sedikit kesal karena dibatasi waktu tapi tidak mungkin tega memarahi wajah imut yang memandangku. Biarkan rasa sedikit kecewa ini dihiraukan, karena yang terutama adalah bisa ketemu. 1 jam saja saat ini sudah cukup melepas kerinduan. Entah sejak kapan aku bisa berpikir puitis. Sebuah warna baru di kertas abu - abu dan kaku ini. It's you, my new color.
"Aku pengen naik Merry Go Round itu," aku menunjuk ke bianglala yang ada di alun - alun itu.
"Haduhh.. Aku takut zra naik itu"
"Sudah gak usah takut, naiknya kan sama aku toh"
"Ya sudah kalau gitu"
Sekilas dari raut wajah manis yang sedikit ketakutan saat naik benda yang orang bilang Bianglala, aku tahu kamu ada trauma naik wahana satu ini. Dan salah satu cara untuk menghilangkan trauma adalah, hadapkan orang tersebut dengan traumanya tspi didampingi hohoho :D
Rasa menunggu 15 menit yang sedikit terasa lama, seketika menghilang ketika kulihat seorang malaikat sedang berjalan menuju kesini. Dia melambaikan tangan dari kejauhan yang kubalas dengan lambaian tangan dan kita sama - sama tersenyum gembira. Seperti adegan di film - film romantis terkenal di dunia. So sweat :)
Akupun menghampirinya sambil menawarkan sebelah tanganku untuk dia pegang sebagai pefangan saat menaiki tangga - tangga kecil. Kaupun menggapai tanganku dengan erat dengan senyum khas yang mengalihkan duniaku untuk waktu yang lama. Mata coklat yang indah itu seakan bersinar ceria saat bertemu mata hitam ini.
"Maaf zra, aku telat. Lama ya nunggunya ?"
"Ndak kok"
"Ayo jalan kesana, duduk - duduk dibangku dekat taman itu"
"Ayo," kataku dengan keadaan masih terpana dengan penampilan dia yang begitu manis.
"Kamu kenapa sih liatin aku dengan tatapan aneh kayak gitu ? Ada yang aneh ya ?"
"Ah ndak, kamu keliatan manis dan cantik siang ini"
"Lho, iya ta ?"
"Iya la, pas banget sama kamu"
Dan kamupun tersenyum manis, menyembunyikan rasa tersipu malu dalam senyum manismu, tapi aku tau itu. Kita duduk sambil bercerita dan tertawa bersama. Cimol menjadi makanan yang menemani obrolan pasangan muda ini.
"Maaf ya zra, aku cuma bisa nemui kamu 1 jam, nanti jam 1 ada acara keluarga di rumah kakak, jadi aku harus kesana"
"Iya, aku paham kok"
"Kamu ndak marah kan ?"
"Ndak, aku paham kok"
Sebenarnya walau hati sedikit kesal karena dibatasi waktu tapi tidak mungkin tega memarahi wajah imut yang memandangku. Biarkan rasa sedikit kecewa ini dihiraukan, karena yang terutama adalah bisa ketemu. 1 jam saja saat ini sudah cukup melepas kerinduan. Entah sejak kapan aku bisa berpikir puitis. Sebuah warna baru di kertas abu - abu dan kaku ini. It's you, my new color.
"Aku pengen naik Merry Go Round itu," aku menunjuk ke bianglala yang ada di alun - alun itu.
"Haduhh.. Aku takut zra naik itu"
"Sudah gak usah takut, naiknya kan sama aku toh"
"Ya sudah kalau gitu"
Sekilas dari raut wajah manis yang sedikit ketakutan saat naik benda yang orang bilang Bianglala, aku tahu kamu ada trauma naik wahana satu ini. Dan salah satu cara untuk menghilangkan trauma adalah, hadapkan orang tersebut dengan traumanya tspi didampingi hohoho :D
***
"Kamu jangan duduk disitu, disini aja" katamu saat aku mengambil duduk diseberangmu agar bisa menikmati keindahanmu dalam balutan rok mini yang seksi.
"Ya udah aku pindah kesisimu"
"Iya sini"
"Kamu kenapa ? Kamu takut naik bianglala ?" terlihat ekspresi wajahmu yang tegang begitu roda besar ini mulai berputar secara perlahan.
"Iya sini"
"Kamu kenapa ? Kamu takut naik bianglala ?" terlihat ekspresi wajahmu yang tegang begitu roda besar ini mulai berputar secara perlahan.
"Aku punya trauma pas naik ini"
"Kok bisa ? Gimana critanya ?"
"Pas masih kecil, pas naik ini waktu sudah diatas, bianglalanya berhenti soalnya mesinnya mati, lama pisan mesinnya mati, wes sejak itu trauma aku naik ini. Eh, sekarang aku naik ini lagi."
"Hahaha ya kan ada aku, ndak usah takut" sambil melakukan kegiatan kesukaanku, membelai lembut rambut panjangmu yang terurai indah.
"Meow"
"Lho kok jadi kucing ?"
"Lha kamu ngelus e kaya ngelus kucing"
"Iya, kamu kaya kucing imut"
"Asemm"
Akupun hanya bisa tertawa melihat ekspresi lucu dan imutmu itu.
"Eh, mana kameramu, sini kufoto"
"Ini"
"Kamu duduk disitu" kau menyuruhku duduk diseberang dan bergaya.
Terciptalah beberapa foto yang bagus dan mesra. Berlagak seperti Supermodel karena yang pria tampan dan yang wanita cantik. Setelah Merry Go Round lelah berputar, akhirnya kita turun dan duduk di pojok taman bunga yang sekali lagi menjadi objek foto berdua.
"Eh, kita belum pernah difoto berdua ya"
"Iya, belum pernah ya"
"Minta tolong difotokan orang ya" kemudian kamu memanggil seorang ibu - ibu yang lewat dan minta tolong mengambil foto.
"Ayo zra kita foto"
"Iya"
"Ayo zra kita foto"
"Iya"
Kita berdiri berdampingan sangat dekat karena aku mendekap bahumu. Kulihat sekilas ibu - ibu yang dibelakang tersenyum sambil berbisik - bisik dengan sebelahnya, mungkin dia saudara ibu yang memfoto kami, mungkin batin mereka, keliatan mesra sekali pasangan muda ini.
"Terima kasih bu" kata kami setelah sesi foto ini berakhir.
"Eh, kamu kok keliatan tinggi banget jadinya ya di foto ini"
Ya, aku adalah seorang manusia yang memiliki tinggi 175cm yang berdiri berdampingan dengan dia yang setinggi leherku.
"Lha memang aku tinggi kan"
"Dan aku pendek ya"
"Ndak, kamu ndak pendek kok. Kamu cantik" dan diapun tersenyum kembali.
"Bagus ya fotonya"
"Iya, mesra. Yang pria nya tampan dan yang wanita nya cantik"
Senyum yang seperti pelangi terlihat kembali dari bibir merahmu.
"Eh, kamu kok keliatan tinggi banget jadinya ya di foto ini"
Ya, aku adalah seorang manusia yang memiliki tinggi 175cm yang berdiri berdampingan dengan dia yang setinggi leherku.
"Lha memang aku tinggi kan"
"Dan aku pendek ya"
"Ndak, kamu ndak pendek kok. Kamu cantik" dan diapun tersenyum kembali.
"Bagus ya fotonya"
"Iya, mesra. Yang pria nya tampan dan yang wanita nya cantik"
Senyum yang seperti pelangi terlihat kembali dari bibir merahmu.
"Jam berapa sekarang, zra ?"
"Hampir jam 1 siang, semua kumpul di rumah mbak ?"
"Iya, tadi mbah sudah dijemput sama kakak. Tinggal aku nyusul kesana spedaan"
"Ati - ati ya kalau spedaan nti, biar ndak jatuh lagi seperti kemarin"
"Iya, pasti"
"Pulang sekarang ?"
"Huum. Ya sebenarnya aku mau ajak kau jalan - jalan, tapi waktunya ndak cukup gara - gara ini"
"Iya aku tau, minggu depan juga bisa kan ?"
"Huum"
"Ya udah, ayo pulang, kita kesana sekalian aku ambil sepeda"
***
"Zra, take our picture. Tapi anglenya dari atas ya. Kan kamu tinggi"
"Kaya gini ya ?"
"Yup"
Dengan posisi sangat dekat dan sebelah tangan saling memeluk pinggang satu sama lain, tangan kanan yang terarah keatas mengarahkan kamera untuk mengambil moment ini.
"Mana, aku lihat hasilnya, zra"
"Sebentar.. Ini"
"Hehehe bagus ya hasilnya, cakep"
"Iya, anglenya pas"
"Kamu simpan foto - foto tadi ya zra, besok aku minta"
"Iya, tenang aja"
"Sepedamu kamu parkir dimana ?"
"Disitu, aku ambil dulu ya.
***
"Ayo naik, kuantar"
"Ndak usah, kan rumahku dekat alun - alun"
Kita berjalan ke akhir jalan are alun - alun. Kemudian dia menatapku lama.
"Kenapa liat aku kayak gitu ? Ada yang aneh ya sama aku ?"
"Ndak kenapa - kenapa. Kamu ati - ati ya kalau pulang"
"Iya pasti. Ayo kuantar sampai depan gang situ biar ndak jalan kamunya"
"Ndak apa - apa, aku pengen jalan sambil mikir sesuatu"
"Mikir apa ?"
"Kamu tinggi..."
"Iya memang aku tinggi kan ?"
"Bukan itu artinya"
"Trus apa kalau gitu ?"
"Nanti kuberitahu. Aku pulang dulu ya, ati - ati"
"Iya sudah, kabari aku ya"
"Iya. Bye"
Aku tidak beranjak dari tempatku. Karena aku ingin memastikan kau selamat hingga masuk gang rumahmu. Sekali lagi lambaian tangan manis menutup pertemuan 1 jam namun bermakna ini. Dan aku pun tahu apa yang kamu pikirkan keesokan harinya, tentang makna dibalik kata "tinggi".
"Kamu tampan"
Write with love :)
E. Krisvandiar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijaksana dan sopan.