Senin, 31 Desember 2012

SUNDAY STORY PART 1 : 1 HOUR BUT LOVELY

Sunday, 23 December 2012 
"Love & Truth : Sunday Story ( Part 1 : 1 Hour But Lovely )"

     Hari minggu, hari libur yang selalu mempunyai kisahnya tersendiri. Terhitung sudah 6 jam berlalu tanpa nada pesan masuk yang dinanti dari tadi. Terhitung sudah 3 jam aku menatap layar 14'inch hanya untuk sekedar mengusir kebosanan dan selama itu pula nada yang diharapkan tiada kunjung datang. Beribu tanya mulai bermunculan, where are you sweety ? 
     Sejenak jari - jari ku berhenti menari saat kenangan itu tiba - tiba datang menyapa ingatan manis waktu itu. Tepat di hari minggu.. Sunday Story..

**** 
    Aku mengendarai sepeda motor kesayanganku yeng setia menemaniku selama aku ada di kota yang asing bagiku. Terik panas matahari seakan tidak terasa saat aku memacu dengan kecepatan tinggi menuju tempat itu, ke tempat kau menunggu diriku. Melewati hamparan sawah yang menghijau dan perumahan kecil untuk mempersingkat jarak tempuh ke tempat itu. Entah sudah berapa mobil dan kuda besi yang kulewati dengan tarian kuda besiku yang eksotis, terlalu bersemangat untuk pertama kalinya semenjak ada warna baru di duniaku yang mulai abu - abu.

      12.00 WIB
    Akhirnya sampai juga di tempat umum ini, sebuah tempat yang bernama Alun - Alun Kota B. Aku berjalan menuju salah satu air mancur itu, berteduh dari Sang Surya yang semakin terik. Jari jemariku menari kembali diatas layar, mengirim sebuah pesan "Aku sudah sampai" yang berbalas dengan "Aku kesana".
    Rasa menunggu 15 menit yang sedikit terasa lama, seketika menghilang ketika kulihat seorang malaikat sedang berjalan menuju kesini. Dia melambaikan tangan dari kejauhan yang kubalas dengan lambaian tangan dan kita sama - sama tersenyum gembira. Seperti adegan di film - film romantis terkenal di dunia. So sweat :)
   Akupun menghampirinya sambil menawarkan sebelah tanganku untuk dia pegang sebagai pefangan saat menaiki tangga - tangga kecil. Kaupun menggapai tanganku dengan erat dengan senyum khas yang mengalihkan duniaku untuk waktu yang lama. Mata coklat yang indah itu seakan bersinar ceria saat bertemu mata hitam ini.
     "Maaf zra, aku telat. Lama ya nunggunya ?"
     "Ndak kok"
     "Ayo jalan kesana, duduk - duduk dibangku dekat taman itu"
     "Ayo," kataku dengan keadaan masih terpana dengan penampilan dia yang begitu manis.
     "Kamu kenapa sih liatin aku dengan tatapan aneh kayak gitu ? Ada yang aneh ya ?"
     "Ah ndak, kamu keliatan manis dan cantik siang ini"
     "Lho, iya ta ?"
     "Iya la, pas banget sama kamu"
    Dan kamupun tersenyum manis, menyembunyikan rasa tersipu malu dalam senyum manismu, tapi aku tau itu. Kita duduk sambil bercerita dan tertawa bersama. Cimol menjadi makanan yang menemani obrolan pasangan muda ini.
     "Maaf ya zra, aku cuma bisa nemui kamu 1 jam, nanti jam 1 ada acara keluarga di rumah kakak, jadi aku harus kesana"
     "Iya, aku paham kok"
     "Kamu ndak marah kan ?"
     "Ndak, aku paham kok"
    Sebenarnya walau hati sedikit kesal karena dibatasi waktu tapi tidak mungkin tega memarahi wajah imut yang memandangku. Biarkan rasa sedikit kecewa ini dihiraukan, karena yang terutama adalah bisa ketemu. 1 jam saja saat ini sudah cukup melepas kerinduan. Entah sejak kapan aku bisa berpikir puitis. Sebuah warna baru di kertas abu - abu dan kaku ini. It's you, my new color.
     "Aku pengen naik Merry Go Round itu," aku menunjuk ke bianglala yang ada di alun - alun itu.
     "Haduhh.. Aku takut zra naik itu"
     "Sudah gak usah takut, naiknya kan sama aku toh"
     "Ya sudah kalau gitu"
    Sekilas dari raut wajah manis yang sedikit ketakutan saat naik benda yang orang bilang Bianglala, aku tahu kamu ada trauma naik wahana satu ini. Dan salah satu cara untuk menghilangkan trauma adalah, hadapkan orang tersebut dengan traumanya tspi didampingi hohoho :D

Sabtu, 22 Desember 2012

PROLOGUE

Saturday, 22 December 2012
"Raining"

Sang Mentari yang telah menampakkan senyum cerahnya
Sekarang berselimut awan tebal yang menyesakkan hati
Diam - diam dibalik selimut awan yang gelap itu, kau mulai meneteskan airmata
Turun menghujam tanah yang masih basah oleh tangisanmu 

Kenapa yang kita rasa sama ?
Rasa menyesakkan ini meluncur kembali menghujam perihnya jiwa
Ingin menghilang menghapus rasa yang ditimbulkan badai hari ini
Tanpa terasa kedua tangan menari - nari di atas huruf teracak yang tertera di tuts ini
Mencoba bercerita tentang Aku, Kamu dan Dunia

*Dengan ini, perjalanan ke dunia baru yang belum terealisasikan, dimulai.

with love :)
E. Krisvandiar